Langsung ke konten utama

@infoinmieayam: Mie Ayam Tombo Ati


Kembali ke formasi awal, saya, Mas Hanif, dan Aa Haris. Setelah sebelumnya kami masih muter-muter di daerah dekat toko, kali ini kami melanjutkan perburuan mie ayam menuju warung yang agak jauh dari toko. Kami mencoba mie ayam di warung Mie Ayam Tombo Ati, yang berada di depan kantor Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang Dan Pemukiman Provinsi Sumatera Barat (bisa cek langsung di maps).

Sama seperti warung mie ayam sebelumnya yang kami kunjungi, warung Mie Ayam Tombo Ati juga merupakan warung tenda yang berada di pinggir jalan. Akan tetapi jika dibandingkan dengan warung sebelumnya, warung mie ayam ini lebih luas, sehingga agak lega lah posisi ketika makan mie ayam di warung ini.

Seperti biasa, saya memesan mie ayam biasa, sementara Mas Hanif dan Aa Haris sama-sama memesan mie ayam bakso. Dari segi rasa, mie ayam di warung ini cenderung gurih dan asin. Toping ayam nya pun juga gurih, tidak manis sama sekali. Cocok lah bagi lidah saya, apalagi dicampur sambel ijo yang rasanya mantap sekali. Satu lagi yang menjadi keunggulan warung ini, kerupuk pangsitnya unlimited, bebas mau makan seberapa banyak. Joos lah. 

Dari segi harga pun mie ayam di warung ini menjadi yang termurah, jika dibandingkan warung mie ayam sebelumnya. Semangkok mie ayam biasa di warung ini dijual seharga 11 ribu rupiah saja, sementara itu mie ayam bakso dijual seharga 14 ribu rupiah. Sangat murah sih menurut saya jika dibandingkan dengan rasa mie ayam yang ditawarkan oleh warung ini. Bagi saya pribadi, Mie Ayam Tombo Ati bisa diadu lah sebagai salah satu mie ayam terenak yang ada di Kota Padang.

Untuk tampilan visual lebih, bisa di cek langsung di akun instagram @infoinmieayam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Talang via Bukik Bulek

Pada tanggal 7 dan 8 Juni 2022 kemarin, saya kembali melakukan salah satu kesukaan yang sudah lama tidak dijajal, yakni naik gunung. Sudah hampir 2 tahun, lebih kurang selama pandemi covid, saya belum pernah nanjak lagi. Setelah beberapa waktu akhirnya bisa nanjak lagi dengan persiapan yang lumayan. Kali ini saya melakukan pendakian di Gunung Talang via jalur Bukik Bulek, ditemani oleh Imam dan Emil. Sebelumnya pada Desember 2019 saya juga pernah melakukan pendakian di gunung ini, tapi lewat jakur berbeda yaitu via air batumbuk. Kami memilih jalur via Bukik Bulek karena sebelumnya Imam pernah lewat jalur ini. Katanya jalur ini waktu pendakiannya lebih singkat daripada jalur via air batumbuk. Meskipun demikian, seperti halnya jalur pendakian lain yang memakan waktu singkat, jalur yang dilalui full nanjak dengan sangat sedikit bonus yang bisa dinikmati. Selain itu untuk mencapai basecamp ini butuh jarak tempuh yg lebih daripada ke air batumbuk jika dari Kota Padang. Perjalana...

@infoinmieayam: Mie Ayam Mas Arya

Nah kalau ini baru fresh walau tak fresh2 amat wokwokwok. Sebenarnya peristiwanya udah terjadi kemarin, tapi karena lupa nama warungnya, dan tadi pas balek kerja ngecek lagi, baru dah bisa ditulis sekarang. Gapapa lah daripada yang kemarin udah berminggu-minggu baru ditulis lagi wokwokwok. Pecah rekor untuk pertama kalinya, kali ini dengan full squad iceland, kembali melanjutkan perburuan mie ayam yang sepertinya sudah menjadi agenda rutin. Awalnya kami ingin mencoba mie ayam yang berada di Purus, namun karena mie ayamnya habis, akhirnya kami memutuskan untuk makan mie ayam di warung Mie Ayam dan Bakso Mas Arya. Warung ini berada di Jl. Taman Siswa, dekat Hotel Ibis dan tak jauh juga dari Warung Mie Ayam Tombo Ati. Kali ini saya mencoba mie ayam pangsit, meskipun pada awalnya ingin memesan mie ayam biasa saja. Dari segi rasa, menurut saya mie ayam di warung ini termasuk mie ayam manis, yang mana jarang ditemui di Padang. Dengan rasanya tersebut, menurut saya mie ayam di war...

@infoinmieayam: Mie Ayam Mas Rudy

Kembali lagi melanjutkan perburuan mie ayam di Kota Padang. Masih bersama Mas Hanif dan Aa Haris, bersama satu personel baru yg ikut dalam perburuan kali ini, Cindy, kami mencoba mie ayam yang jaraknya tak terlalu jauh dari rumah saya, yaitu Mie Ayam Mas Rudy. Warung Mas Rudy terletak di Jl. Sisingamangara, persis di seberang Wisma Kirana 1 (bisa dicek langsung di maps). Nuansa warung Jawa yang sering saya rasakan ketika di Jogja cukup kental ketika pertama kali masuk ke warung ini. Hal ini juga diamini oleh Mas Hanif, yg tumbuh besar di lingkungan Jawa Lampung, suasana di warung ini lumayan mengingatkan akan kampung halaman. Beberapa ornamen khas jawa, seperti dua wayang kulit yang dipajang di salah satu dinding warung ini, ditambah dengan iringan musik Om Sagita, semakin memperkuat kesan tersebut. Yaa lumayan lah bagi saya sendiri untuk mengobati rasa rindu akan tanah rantau. Masuk ke pembahasan mie ayam, menurut saya mie ayam di warung ini sangat mirip dengan mie ayam ya...