Langsung ke konten utama

Alhamdulillah Sarjana Katanya


25 Agustus 2021, wisuda periode 4 UGM TA 2020/2021. Alhamdulillah saya sudah 'resmi' menyandang gelar sarjana sejarah di belakang nama. Setelah melalui beberapa halangan dalam menyelesaikan pendidikan ini, alhamdulillah saya mampu melewati hal tersebut dan menyelesaikan studi ini.

Kalau ditanya rasanya gimana udah wisuda, sebenarnya biasa2 saja. Tidak ada hal yang wah sama sekali yang saya rasakan setelah berhasil menjadi seorang sarjana. Masih menjadi orang biasa saja dengan semua tingkah polahnya yang mungkin susah dimengerti bagi sebagian orang.

Hanya ada perasaan lega dalam diri ini, karena sudah menyelesaikan kewajiban menyelesaikan pendidikan S1 kepada kedua orang tua, alm. Apa dan Ama. Selanjutnya tinggal menjalani proses hidup kedepannya sebagaimana yang sudah digariskan oleh Allah. Tidak ada target muluk2 ingin menjadi ini atau itu kedepannya, yang terpenting saya bisa menikmati setiap momen yang ada setiap harinya, tidak berpikiran dan memasang target jauh ke depannya, dan selalu berbahagia. Tidak semua hal perlu dipikirkan, terkadang hidup santai, tidak membebani diri sendiri dengan berbagai impian, dan tidak memikirkan hal2 yang belum tentu terjadi, adalah cara hidup yang sangat menyenangkan.

Semoga tetap diberkahi berbagai nikmat dari yang di atas, selalu bahagia, dan selalu diberikan kesehatan ke depannya. Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Talang via Bukik Bulek

Pada tanggal 7 dan 8 Juni 2022 kemarin, saya kembali melakukan salah satu kesukaan yang sudah lama tidak dijajal, yakni naik gunung. Sudah hampir 2 tahun, lebih kurang selama pandemi covid, saya belum pernah nanjak lagi. Setelah beberapa waktu akhirnya bisa nanjak lagi dengan persiapan yang lumayan. Kali ini saya melakukan pendakian di Gunung Talang via jalur Bukik Bulek, ditemani oleh Imam dan Emil. Sebelumnya pada Desember 2019 saya juga pernah melakukan pendakian di gunung ini, tapi lewat jakur berbeda yaitu via air batumbuk. Kami memilih jalur via Bukik Bulek karena sebelumnya Imam pernah lewat jalur ini. Katanya jalur ini waktu pendakiannya lebih singkat daripada jalur via air batumbuk. Meskipun demikian, seperti halnya jalur pendakian lain yang memakan waktu singkat, jalur yang dilalui full nanjak dengan sangat sedikit bonus yang bisa dinikmati. Selain itu untuk mencapai basecamp ini butuh jarak tempuh yg lebih daripada ke air batumbuk jika dari Kota Padang. Perjalana...

@infoinmieayam: Mie Ayam Idola

Lanjuut mencari mie ayam lain di Kota Padang. Kali ini dengan personel yang lebih sedikit, saya dan Aa Haris mencoba mie ayam yang sudah diperhatikan cukup lama. Kami mencoba Mie Ayam Idola, yang berada di dekat GOR Haji Agus Salim (cek maps tersedia). Seperti biasa, saya memesan mie ayam pangsit, sementara itu Aa Haris memesan mie ayam bakso. Harga semangkok mie ayam pangsit di warung ini masih standar seperti mie ayam kebanyakan di Kota Padang, yaitu 12.000 rupiah saja. Untuk mie ayam bakso dijual seharga 15.000 rupiah. Dari segi rasa, mie ayam di warung ini cenderung gurih dan asin. Sepertinya dari beberapa warung mie ayam yang sudah saya kunjungi, kebanyakan mie ayam di Kota Padang memang lebih cenderung asin gurih. Toping ayam dan kerupuk pangsit yang disajikan juga melimpah ruah. Untuk mienya, mie di warung ini memakai mie ukuran kecil, cukup kenyal, dan tidak terlalu lembek. Bagi yang tidak terlalu suka mie yang agak lembek atau terlalu matang, mungkin cocok untuk me...

@infoinmieayam : Mie Ayam Organik Pak Wanto

Kembali berburu mie ayam. Setelah hampir sebulan lebih tidak makan mie ayam (terakhir tgl 27 Juni bulan lalu), hari ini saya bersama nona kembali melanjutkan perburuan mie ayam seantero Jogja. Memang untuk kami yang hampir sekali seminggu makan mie ayam, waktu selama ini cukup membuat lidah dan kerongkongan menderita. Sebenarnya tidak ada rencana sama sekali untuk makan mie ayam hari ini. Akan tetapi karena warung wahyu sudah kehabisan bahan2 untuk dimasak, akhirnya muncul ide untuk kembali berburu mie ayam lagi. Awalnya kami ingin pergi mencoba Mie Ayam Pak Ribut yang direkomendasikan oleh Dian, tetapi warungnya tutup. Akhirnya jatuhlah pilihan untuk mencoba Mie Ayam Pak Wanto ini, karena mie ayam yang unik karena dikombinasikan dengan bakwan malang. Selain itu posisi dua warung ini juga tidak terlalu jauh. Warung Mie Ayam Pak Wanto berada di daerah Godean (kalau di maps Kramat, Sidoarum, Godean, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta 55264, bisa di cek Mie Ayam Orga...