Langsung ke konten utama

Menulis Agar Terbiasa

Sepertinya menulis seru juga. Itulah pikiran yang tiba-tiba terlintas beberapa waktu yang lalu. Keinginan yang mungkin tidak pernah terbesit sebelumnya ini muncul karena diri ini tidak melakukan apapun pada masa pandemi. Sudahlah skripsi terbengkalai, mau bekerja pun tidak tau dimana. Akhirnya habislah waktu ini dengan hanya menonton film, main pubg, scroll facebook, kemudian balik nonton film lagi. Sungguh tidak berfaedah sekali.

Pikiran untuk menulis ini juga muncul karena kebiasaan yang diri ini lakukan setiap selesai menonton sebuah film. Setelah menonton film, selalu diri ini mengambil hp dan mencari berbagai informasi tentang film tersebut, mulai dari review, aktor maupun aktris yang berperan, hingga penjelasan tentang beberapa plot cerita yang mungkin kurang dimengerti. Akhirnya munculah ide yang mungkin sedikit cemerlang ini. Jika diri ini sudah mulai menulis setidaknya ada kegiatan yang lebih berfaedah daripada biasanya. Selain itu kegiatan ini bisa membantu agar tidak terlalu kaku amat ketika melanjutkan skripsi nantinya.

Menulis agar terbiasa, kalimat ini pertama kali diri ini dengar dari salah satu dosen di jurusan. Beliau menganjurkan mahasiswanya untuk menulis apapun, baik tulisan akademis ataupun tidak, sedari dini agar terbiasa. Hal ini disebabkan karena sebagai salah satu ilmu yang berada dalam lingkup humaniora, tulisan merupakan senjata agar gagasan yang ada di dalam kepala para pemikir bisa dipahami oleh khalayak luas. Oleh karena itu, skill ini sangat dibutuhkan untuk menggeluti disiplin ilmu ini.

Setelah pikiran untuk menulis muncul, otak ini kembali berpikir. Jika diri ini sudah menulis, tulisannya akan diapakan? Kalau disimpan saja eman, tapi kalua dikirim ke media online tidak yakin-yakin amat. Kemudian terbesit pikiran, apa mau dijadikan status facebook saja. Akan tetapi pikiran itu sirna, karena diri ini malu kalua tulisan ini dilihat oleh teman-teman yang ada di facebook. Akhirnya setelah merenung, merenung, dan merenung, munculah pikiran untuk membuat blog pribadi. Setidaknya tulisan yang sudah ada bisa di upload, dan tidak banyak orang yang tau. Hehehe

Sebagai awalan, diri ini akan menulis ulasan film-film yang sudah diri ini tonton. Yaa karena itu kegiatan yang sering dilakukan belakangan ini. Mungkin ke depannya diri ini bisa menulis pengalaman sehari-hari, jalan-jalan ke tempat yang menarik, atau bahkan bisa menuliskan gagasan atau opini dalam bentuk esai. Semoga saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

@infoinmieayam: Mie Ayam Idola

Lanjuut mencari mie ayam lain di Kota Padang. Kali ini dengan personel yang lebih sedikit, saya dan Aa Haris mencoba mie ayam yang sudah diperhatikan cukup lama. Kami mencoba Mie Ayam Idola, yang berada di dekat GOR Haji Agus Salim (cek maps tersedia). Seperti biasa, saya memesan mie ayam pangsit, sementara itu Aa Haris memesan mie ayam bakso. Harga semangkok mie ayam pangsit di warung ini masih standar seperti mie ayam kebanyakan di Kota Padang, yaitu 12.000 rupiah saja. Untuk mie ayam bakso dijual seharga 15.000 rupiah. Dari segi rasa, mie ayam di warung ini cenderung gurih dan asin. Sepertinya dari beberapa warung mie ayam yang sudah saya kunjungi, kebanyakan mie ayam di Kota Padang memang lebih cenderung asin gurih. Toping ayam dan kerupuk pangsit yang disajikan juga melimpah ruah. Untuk mienya, mie di warung ini memakai mie ukuran kecil, cukup kenyal, dan tidak terlalu lembek. Bagi yang tidak terlalu suka mie yang agak lembek atau terlalu matang, mungkin cocok untuk me...

@infoinmieayam: Mie Ayam Mas Arya

Nah kalau ini baru fresh walau tak fresh2 amat wokwokwok. Sebenarnya peristiwanya udah terjadi kemarin, tapi karena lupa nama warungnya, dan tadi pas balek kerja ngecek lagi, baru dah bisa ditulis sekarang. Gapapa lah daripada yang kemarin udah berminggu-minggu baru ditulis lagi wokwokwok. Pecah rekor untuk pertama kalinya, kali ini dengan full squad iceland, kembali melanjutkan perburuan mie ayam yang sepertinya sudah menjadi agenda rutin. Awalnya kami ingin mencoba mie ayam yang berada di Purus, namun karena mie ayamnya habis, akhirnya kami memutuskan untuk makan mie ayam di warung Mie Ayam dan Bakso Mas Arya. Warung ini berada di Jl. Taman Siswa, dekat Hotel Ibis dan tak jauh juga dari Warung Mie Ayam Tombo Ati. Kali ini saya mencoba mie ayam pangsit, meskipun pada awalnya ingin memesan mie ayam biasa saja. Dari segi rasa, menurut saya mie ayam di warung ini termasuk mie ayam manis, yang mana jarang ditemui di Padang. Dengan rasanya tersebut, menurut saya mie ayam di war...

Talang via Bukik Bulek

Pada tanggal 7 dan 8 Juni 2022 kemarin, saya kembali melakukan salah satu kesukaan yang sudah lama tidak dijajal, yakni naik gunung. Sudah hampir 2 tahun, lebih kurang selama pandemi covid, saya belum pernah nanjak lagi. Setelah beberapa waktu akhirnya bisa nanjak lagi dengan persiapan yang lumayan. Kali ini saya melakukan pendakian di Gunung Talang via jalur Bukik Bulek, ditemani oleh Imam dan Emil. Sebelumnya pada Desember 2019 saya juga pernah melakukan pendakian di gunung ini, tapi lewat jakur berbeda yaitu via air batumbuk. Kami memilih jalur via Bukik Bulek karena sebelumnya Imam pernah lewat jalur ini. Katanya jalur ini waktu pendakiannya lebih singkat daripada jalur via air batumbuk. Meskipun demikian, seperti halnya jalur pendakian lain yang memakan waktu singkat, jalur yang dilalui full nanjak dengan sangat sedikit bonus yang bisa dinikmati. Selain itu untuk mencapai basecamp ini butuh jarak tempuh yg lebih daripada ke air batumbuk jika dari Kota Padang. Perjalana...